Astaghfirullohal’adzim.... entah, mungkin aku kurang
bersyukur sama Alloh, entah aku termasuk orang yang sombong, entah aku adalah orang
yang terlalu berambisius, yang jelas hari ini super warning dari ALLOH, bahwa
mungkin apa yang udah kita dapat harus kita syukuri, nggak boleh umuk, nggak
boleh sembrono merawatnya....
Hari
ini aku berangkat ke Dinas Kota, bersama kakak sepupu menggunakan motor mantan
sawah, kakakku datang dengan penuh muka senang dan semangat, padahal dia tadi
malem tidurnya jam 2 menunggu temenya dirumahsakit, betapa mulia hatinya...
Dinas kota, salah satu proses yang akan aku jalani demi kepentingan pribadi
untuk menjadi Insan yang akan tumbuh berkembang diUsia 15-18 tahun, mungkin
sudah 15 tahun ini aku hidup didaerah pegunungan, dan esok akan aku lalui
kehidupan baru, kehidupan dikota metropolitan, yg disitu pasti banyak kejahatan
seperti maling, copet, kekerasan dll. Tapi aku yakin Jogja itu Kota berhati
nyaman.. aamiin
Proses
itu berjalan hingga jam 11 siang... Panas, gerah, laper, ngantuk semua
tercampur dalam satu kardus, sempat aku bercanda ria dengan kedua kakak ku, dan
1 kakak sepupuku dibawah pohon yang cukup rindang untuk beristirahat sambil
menikmati beberapa makanan disekeliling AlKid, dan canda tawa itu berakhir
pukul 1 siang.. Mungkin sekarang saatnya aku bersandar sebentar diantara
tiang-tiang masjid, aku tau betapa mengantuknya dia, setelah kita bertasbih
akhirnya kita tidur dulu satu setengah jam.. ketika itu aku nggak bisa tidur,
tetapi pada saat seseorang yang nggak aku kenal datang, mungkin perkiraanku
hanya orang biasa yg ingin sholat dan langsung pergi.. tapi tidak!! Dia hanya
masuk kedalam, bahkan dia juga tidak sholat, dia hanya melihat aku, dan entah
kenapa kepalaku kok rasanya langsung sakiitt banget, dan nggk terasa akupun
tertidur dengan sendirinya.. Ketika aku bangun, akubertanya-tanya, apakah aku
dihipnotis?? Aahh, hayal, apakah aku kecapekan?? Padahal nggak ngantuk juga..
dan ketika aku keluar masjid, jeeengg-jeeenngg SEPATUKU HILANG!!! :” 500rb bro,
reebok, itu beli juga pake uangku sendiri, susah payah hanya dipakai 1 thun
hilang, gimana jal rasane!! .... itu hanya kata-kata kesalku dari hati yang
mungkin aku nggak bisa bilang ke siapa-siapa. Aku mencoba untuk tenang, aku
mencoba untuk ikhlas, dan aku mencoba untuk mengambil hikmah dari peristiwa
itu. Alhamdulillah... aku pulang pakai
sendal, dan nggak nyeker dibeliin sama mbak Hanif, walaupun hanya 30rb itu
bermanfaat bgt kok, makasih banyak kak :’)
Jam 4 sore
aku pulang dengan kakak sepupuku yang mukanya lumayan sudah segar, tetapi juga
kalut dalam masalahku ini, hanya berjalan sekitar 10m dari masjid, ban bocor!!,
betapa sulitnya hidup ini, sudah jatuh tertimpa tangga yang ada orangnya.
Dengan hati yang mungkin agak sedikit kesal, dia terkadang tersenyum padaku,
mecoba untuk menepis cobaan yang lumayan ini, sekitar 30 menit berlalu
Alhamdulillah kita udah bisa jalan dengan lancar Jogja-Wonosari. Hingga sampai
diPatung sapi sumbermulyo, kita Kebanan lagi!! Astaghfirulloh, mungkin sekitar
4 menitan lagi sudah sampai rumah, tapi mau gimana lagi. Aku menunggu proses
pembakaran hingga terdengar Adzan 2 kali, ntah itu adzan Maghrib sama Isya’
bukan, Alhmdulillah sekitar 40 menitan aku menganggur memandang bintang
yang awesome banget, diatas nggak ada
awan yang biasanya menghalangi mereka untuk berekspresi, kali ini mereka kayak
senang sekali, terlihat ada yang menari, menyanyi, dan terkadang mereka bermain
petak umpet, senangnya memiliki teman sebanyak bintang yang ada diatas sana,
sangat KOMPAK!! Nggak ada kejahatan pastinya!! :) Alhamdulillah yaAlloh, aku
masih memiliki ALAM!!